Jangan Dibiarkan Alergi Ternyata Dapat Memicu Depresi, Ini Klarifikasi Ilmiahnya

Posted by Ganas003 on Agustus 18, 2019 in ,


Bagi orang yang sehat, alergi mungkin tampak menyerupai kumpulan tanda-tanda ringan yang sanggup muncul kapan saja. Tapi, tahukah Anda? Alergi yang berlangsung usang sanggup menghambat kegiatan sehari-hari, menurunkan kualitas hidup penderitanya, bahkan memicu depresi tanpa disadari.

Mengapa alergi sanggup memicu depresi?
Alergi memang tidak secara pribadi mengakibatkan depresi, tapi kondisi ini sanggup meningkatkan risiko terkena depresi. Berikut di antaranya.
1. Menimbulkan tanda-tanda yang mengganggu
Reaksi umum ketika seseorang mengalami alergi yaitu batuk, hidung meler, bersin, sakit tenggorokan, pusing, gatal, serta sesak napas.
Tingkat keparahannya bermacam-macam pada setiap orang, mulai dari ringan sampai menciptakan Anda harus beristirahat di rumah selama seharian.
Kini, bayangkan jikalau Anda harus mengalaminya setiap pekan. Semua hal yang Anda lakukan akan terasa menguras energi sehingga mood Anda juga sanggup terkena imbasnya.
Lama-kelamaan, hal ini kuat terhadap kondisi fisik dan psikologis Anda.
2. Menghambat kegiatan sehari-hari
Reaksi alergi bisa timbul kapan pun Anda terpapar pemicunya, termasuk ketika Anda melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Akibatnya, Anda tidak sanggup bekerja dan berkegiatan secara optimal alasannya yaitu kondisi kesehatan kian menurun.
Gejala alergi yang Anda alami mungkin saja bertambah jelek jikalau ternyata lingkungan kerja Andalah yang menyebabkannya, sehingga memicu depresi.
Terlebih lagi jikalau tanda-tanda alergi yang Anda alami selama ini tergolong parah.
3. Menyebabkan tidak lezat badan
Saat mengalami reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh memproduksi sejenis protein yang disebut sitokin.
Sitokin melepaskan molekul khusus supaya banyak sekali komponen pada sistem kekebalan tubuh sanggup bekerja melawan pemicu alergi.
Namun, sitokin juga sanggup memengaruhi fungsi otak. Efek samping yang timbul di antaranya rasa tidak lezat badan, penurunan mood, berkurangnya konsentrasi, serta munculnya rasa kantuk.
Kumpulan tanda-tanda inilah yang juga mengakibatkan rasa tidak lezat tubuh ketika Anda flu.
4. Efek samping obat alergi
Salah satu cara paling ampuh mengatasi alergi yaitu dengan obat-obatan. Akan tetapi, beberapa jenis obat alergi memiliki efek samping bagi tubuh.
Gejala alergi mungkin tidak memicu depresi secara langsung, tapi dampak samping obat yang berkepanjangan sanggup meningkatkan risikonya.
Walaupun efektif, obat-obatan ini sanggup mengakibatkan sakit perut, sembelit, ekspresi kering, gangguan mood, serta pusing. Selain itu, pengguna obat alergi biasanya juga mengalami rasa kantuk yang tidak tertahankan.
5. Menyebabkan stres berkepanjangan
Setiap hari, penderita alergi harus berhadapan dengan tanda-tanda yang mengganggu, rasa tidak lezat badan, gangguan tidur, serta dampak samping obat-obatan.
Akibatnya, mereka lebih rentan mengalami stres. Stres bahkan sanggup berlangsung menahun alasannya yaitu alergi tidak sanggup disembuhkan.
Stres berkepanjangan sanggup memicu banyak sekali tanda-tanda gangguan psikologis, termasuk depresi.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa cukup umur yang menderita alergi berisiko lebih tinggi terhadap gangguan kecemasan, depresi, tindakan impulsif, serta perubahan perilaku.
Kendati tidak secara pribadi memicu depresi, alergi biasanya berlangsung menahun sehingga mengakibatkan stres berkepanjangan bagi penderitanya.
Jika Anda menderita alergi, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat.
Gejala alergi sanggup dikendalikan dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.
Berkonsultasi dengan dokter akan membantu Anda menemukan jenis obat dengan dampak samping lebih ringan sehingga tidak mengganggu kegiatan sehari-hari.


sumber