Ortu Wajib Kenali Imbas Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

Posted by Ganas003 on Agustus 24, 2019 in ,


Alergi susu sapi cukup sering dialami oleh anak-anak. Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5-7,5 persen anak yang minum susu sapi dilaporkan mengalami tanda-tanda alergi. Jika tidak ditangani sedini mungkin, pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang mempunyai alergi susu sapi sanggup terganggu. Sudahkah Bunda paham ibarat apa tanda-tanda dan bagaimana akhir yang mungkin timbul bila si Kecil alergi susu sapi? Simak melalui ulasan berikut ini, yuk!

Apa tanda dan tanda-tanda saat si Kecil alergi susu sapi?

Seorang anak bisa mengalami alergi susu sapi alasannya yaitu tubuhnya mengira protein di dalam susu sapi tersebut merupakan zat yang berbahaya. Alhasil, alih-alih mencernanya, beberapa anak justru mengalami tanda-tanda tertentu alasannya yaitu alergi terhadap protein di dalam susu sapi.
Jika si Kecil termasuk salah satu yang alergi susu sapi, Bunda kemungkinan sanggup menemukan banyak sekali tanda dan tanda-tanda khas alergi. Mulai dari munculnya tanda-tanda di kulit ibarat timbulnya ruam kemerahan yang terasa gatal hingga gangguan pada kanal pencernaan, ibarat muntah dan diare.
Beberapa anak bahkan juga mengalami gangguan pada kanal pernapasan, mencakup bersin dan sesak napas.
Alergi susu sapi cukup sering dialami oleh anak Ortu Wajib Kenali Dampak Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

Apa akhir yang ditimbulkan bila si Kecil alergi susu sapi?

Alergi akhir reaksi imunitas terhadap protein susu sapi bukanlah persoalan sepele yang bisa dianggap enteng. Ini alasannya yaitu kebanyakan anak yang alergi susu sapi biasanya malah tidak mendapat asupan susu sama sekali untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Kondisi ini tentu menciptakan asupan nutrisi yang seharusnya diperoleh si Kecil, menjadi kurang optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya. Si Kecil berisiko kekurangan asupan zat gizi makro dan mikro ibarat energi, kalsium, vitamin D, dan asam amino esensial.
Tidak menutup kemungkinan, kurangnya asupan nutrisi tersebut bisa menghambat tumbuh kembang si Kecil. Akhirnya, hal ini akan besar lengan berkuasa pada perkembangan tinggi dan berat badannya.
Mengutip pernyataan dari jurnal Allergy and Clinical Immunology yang terbit pada Juni 2013, ada perbedaan dalam hal perkembangan pada anak yang punya alergi dan yang tidak.
Menurut studi tersebut, pertumbuhan belum dewasa dengan alergi makanan tertentu memang tampak normal. Akan tetapi, setelah dinilai menggunakan berdasarkan nilai z-score yang dilihat dari grafik berat tubuh menurut usia, serta tinggi tubuh menurut usia anak, ternyata status gizi anak yang mempunyai alergi makanan cenderung lebih rendah ketimbang teman-teman seusianya yang normal.
Dengan kata lain, bila dibandingkan dengan belum dewasa yang umurnya sama, ternyata berat atau tinggi tubuh anak dengan alergi makanan lebih rendah dibandingkan dengan belum dewasa yang tidak mempunyai alergi.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam ClinMed International Library Journals tahun 2017, turut menyimpulkan hasil yang serupa.
Studi oleh para peneliti dari Institute of Mother and Child in Warsaw di Poland ini melibatkan sekelompok anak yang punya alergi protein susu sapi. Dalam penelitian tersebut, peneliti mengamati anak-anak dengan alergi susu sapi yang menjalani tumpuan makan tanpa susu sapi.
Perlu digarisbawahi, belum dewasa tersebut justru berisiko mengalami kekurangan vitamin D dibandingkan dengan belum dewasa dalam kondisi normal. Ini alasannya yaitu asupan vitamin D berkurang akhir kurangnya asupan susu.
Namun, pada penelitian ini, asupan vitamin D pada belum dewasa tersebut sanggup ditingkatkan dengan tumpuan makan tanpa susu sapi yang disertai makanan yang telah diperkaya vitamin D.

Akibat alergi susu sapi dalam jangka panjang

Selain dialami oleh si Kecil, akhir dari alergi susu sapi ini juga bisa dirasakan oleh para orangtua. Pasalnya, kebanyakan anak yang mengalami alergi terhadap suatu makanan atau minuman biasanya agak lebih susah untuk makan. Hal ini diungkap dari sebuah penelitian dalam jurnal Allergy and Clinical Immunology tahun 2013.
Jika berlangsung dalam jangka waktu panjang, kondisi ini tentu sanggup mengarah pada kurangnya asupan nutrisi harian. Kurangnya asupan ini selanjutnya juga sanggup menjadikan kurangnya zat besi pada si Kecil. Padahal zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dan berperan dalam sistem imun tubuh.
Jika setiap hari harus dihadapkan dengan kondisi si Kecil yang ogah-ogahan makan ini, tentu akan menciptakan Bunda cemas dan khawatir.
Hal inilah yang kemudian menciptakan Bunda kebingungan, bahkan hingga stres dalam menghadapi kondisi si Kecil. Jadi, akhir yang ditimbulkan oleh alergi susu bukan hanya pada si Kecil saja, tapi juga bagi Bunda sebagai orangtuanya.
Alergi susu sapi cukup sering dialami oleh anak Ortu Wajib Kenali Dampak Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

Apa yang bisa orangtua lakukan?

Mengetahui si Kecil mempunyai alergi susu sapi mungkin eksklusif menciptakan Bunda berpikir untuk berhenti menawarkan susu sapi. Padahal, susu tidak hanya tersedia dalam satu jenis saja. Ada banyak sekali jenis susu yang bisa diadaptasi kembali dengan kondisi tubuh si Kecil.
Supaya kebutuhan nutrisi harian si Kecil tetap terpenuhi dengan baik, Bunda bisa menawarkan pilihan susu dengan formula berbasis soya. Tidak perlu khawatir, protein di dalam susu dengan formula berbasis soya ini berasal dari kacang kedelai.
Terlebih lagi, susu dengan formula berbasis soya tinggi akan kandungan isolat protein kedelai yang berkualitas. Karena tidak mengandung protein susu sapi, tentunya susu dengan formula berbasis soya tidak akan menjadikan reaksi alergi pada si Kecil dengan alergi susu sapi.
Bunda juga tidak perlu ragu. Susu dengan formula berbasis soya telah diproses sedemikian rupa, sehingga terbukti bisa mendukung tumbuh kembang si Kecil bahkan setara dengan susu dari sapi.

SUMBER