Perhatikan! Jangan Beli Obat Alergi Sembarangan

Posted by Ganas003 on Agustus 20, 2019 in ,



Bagi para penderita alergi, obat-obatan yakni teman baik mereka. Sering kali tanpa obat-obatan tersebut kondisi mereka semakin parah. Selain itu, tidak jarang juga menggunakan obat alergi yang salah. Oleh lantaran itu, diharapkan tips ampuh dalam menentukan obat alergi yang sempurna untuk Anda.

Cara menentukan obat alergi yang tepat
Sebuah survei di Australia mengungkapkan bahwa dari 296 penerima yang berpartisipasi ketika membeli obat-obatan dikala ekspresi dominan demam dan alergi, hanya 16,5% dari mereka mendapat obat yang bisa mengatasi tanda-tanda alergi. Selain itu, sebagian besar dari mereka juga tidak mencari gosip seputar obat alergi mereka.
Nah, tidak ingin kan gangguan yang Anda derita semakin parah lantaran salah menentukan obat alergi? Ini beliau cara menentukan obat Anda menurut jenisnya.

1. Antihistamin
Obat antihistamin memang sering digunakan untuk mengatasi tanda-tanda alergi yang kambuh, ibarat gatal, batuk, dan bersin. Nah, cara kerjanya yakni dengan menghalangi histamin sebagai pemicu reaksi alergi.
Antihistamin ini hadir dalam banyak sekali bentuk, seperti:

a. Antihistamin oral
Antihistamin jenis oral ini biasanya berbentuk kapsul dan cairan. Nah, umumnya obat ini digunakan untuk mengatasi banyak sekali tanda-tanda alergi di bawah ini:
·         Hidung berair
·         Mata lembap dan terasa gatal
·         Gatal-gatal dan bengkak
Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan ini dikala akan menyetir kendaaran. Hal tersebut dikarenakan pengaruh samping obat ini sanggup mengakibatkan Anda mengantuk, sehingga berbahaya untuk berkendara sehabis meminum antihistamin.
Contoh obat antihistamin:
·         Diphenhydramine
·         Chlorpheniramine
·         Fexofenadine
·         Cetirizine

b. Semprotan
Selain oral, antihistamin juga tersedia dalam semprotan untuk mengatasi bersin, gatal, dan hidung berair. Tidak jauh berbeda dengan antihistamin lainnya, semprotan antihistamin juga mempunyai pengaruh samping, yaitu verbal terasa pahit, muncul rasa ngantuk, sampai demam. Biasanya, Anda memerlukan resep dokter untuk memperoleh obat ini.
·         Azelastine
·         Olopatadine

c. Obat tetes mata



Obat tetes mata antihistamin bisa Anda pilih di apotek terdekat Anda. Tentu saja, sesuai dengan bentuknya, obat ini untuk mengurangi tanda-tanda alergi ibarat mata merah dan berair. 

Pertama kali menggunakannya mungkin kepala Anda akan terasa pusing dan mata kering. Apabila sehabis penggunaan mata Anda terasa ibarat terbakar atau tersengat, cobalah untuk menyimpannya di kulkas sebelum penggunaan selanjutnya.

2. Decongestants
Jika Anda mengalami tanda-tanda alergi berupa flu, demam, dan tanda-tanda sinusitis, menentukan obat decongestants yakni langkah yang benar. Cara kerja obat ini yakni dengan mengurangi pembengkakan pada pembuluh darah di hidung Anda untuk membuka jalur pernapasan.
Akan tetapi, obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, penderita darah tinggi, penderita penyakit jantung, glaukoma dan hipertiroid. Efek samping yang ditimbulkan berupa insomnia, sakit kepala, dan meningkatnya tekanan darah. Oleh lantaran itu, pilihlah obat yang sesuai dengan jenis alergi Anda.

a. Decongestants oral
Kapsul dan larutan obat decongestants memang biasa digunakan untuk meredakan tanda-tanda sinus yang disebabkan oleh alergi rinitis. Jenis obat ini bisa ditemui dengan gampang di apotek terdekat Anda, seperti:
·         Cetirizine and pseudoephedrine (Zyrtec-D)
·         Desloratadine and pseudoephedrine (Clarinex-D)
·         Fexofenadine and pseudoephedrine (Allegra-D)
·         Loratadine and pseudoephedrine (Claritin-D)

b. Semprotan
Decongestants berbentuk semprotan juga bertujuan untuk meringankan sinusitis tadi. Akan tetapi, semprotan decongestants hanya digunakan dalam jangka waktu yang pendek saja. Jika menggunakannya dalam beberapa minggu, kemungkinan besar kondisi Anda akan semakin memburuk.

3. Kortikosteroid
Jika antihistamin dan decongestants tidak bisa meredakan tanda-tanda alergi Anda, cobalah untuk menentukan kortikosteroid sebagai alternatif obat alergi Anda. Biasanya, obat kortikosteroid digunakan untuk meredakan tanda-tanda alergi akhir peradangan dan pembengkakan.

a. Semprotan
Semprotan hidung yang berisikan kortikosteroid bertujuan untuk mengurangi tanda-tanda hidung tersumbat, berair, dan suka bersin. Meskipun ampuh, terdapat pengaruh samping yang muncul jikalau Anda menggunakan obat ini, ibarat mimisan, bacin yang tidak sedap, dan iritasi pada hidung.
Berikut ini beberapa pola semprotan kortikosteroid
·         Budesonide (Rhinocort)
·         Fluticasone furoate (Flonase Sensimist, Veramyst)
·         Fluticasone propionate (Flonase Allergy Relief)

b. Inhaler
Bagi orang penderita asma, inhaler yang mengandung kortikosteroid sering digunakan untuk menghilangkan tanda-tanda alergi tersebut. Sama ibarat semprotan kortikosteroid, inhaler ini pun mempunyai pengaruh samping yang tidak jauh berbeda.
Nah, untuk memudahkan Anda menentukan obat alergi berbentuk inhaler, ini beliau contoh-contohnya:
·         Beclomethasone (Qvar)
·         Budesonide (Pulmicort Flexhaler)
·         Ciclesonide (Alvesco, Zetonna)
·         Fluticasone (Advair Diskus, Flovent Diskus, others)

c. Tetes mata
Penggunaan obat tetes mata kortikosteroid umumnya diawasi oleh dokter, supaya tidak terjadi komplikasi dikala menggunakannya. Nah, meskipun terdengar agak berbahaya, obat ini bisa mengurangi tanda-tanda mata memerah dan lembap ketika obat lain tidak sanggup menyembuhkannya.
Ini beliau beberapa pola yang bisa Anda gunakan sebagai rujukan ketika menentukan obat alergi Anda.
·         Fluorometholone (Flarex, FML)
·         Loteprednol (Alrex, Lotemax)
·         Prednisolone (Omnipred, Pred Forte, others)

d. Kortikosteroid oral
Sama ibarat bentuk obat oral lainnya, jenis kortikosteroid satu ini berfungsi untuk melawan tanda-tanda munculnya alergi. Akan tetapi, tidak dianjurkan untuk memakainya dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut sanggup memicu katarak, osteoporosis, melemahnya tulang, sampai meningkatnya gula darah.
Supaya Anda tidak salah pilih obat, berikut beberapa pola kortikosteroid berbentuk pil dan cairan.
·         Prednisolone (Prelone)
·         Prednisone (Prednisone Intensol, Rayos)
·         Methylprednisolone (Medrol)

e. Krim untuk kulit
Krim kortikosteroid memang banyak digunakan untuk mengobati alergi pada kulit. Mulai dari kulit kemerahan, rasa gatal, sampai kulit mengelupas.
Walaupun sanggup Anda peroleh di apotek biasa, tentu saja Anda harus menanyakan pengobatan ini kepada dokter Anda. Hal tersebut dimaksudkan supaya terhindar dari pengaruh samping jikalau digunakan dalam waktu yang lama, ibarat kulit menipis dan mengganggu kadar hormon.
Memilih obat untuk mengatasi tanda-tanda alergi memang dibutuhkan ketelitian. Jika Anda khawatir salah menggunakan obat dan terkena pengaruh samping yang tidak diinginkan, tanyakan dahulu kepada dokter Anda untuk memastikan saja.