Bahaya Bekerjasama Intim Ketika Hamil Muda Hanya Untuk Kondisi Tertentu

Posted by Ganas003 on September 11, 2019 in ,
Berhubungan intim ketika hamil tetap sanggup dilakukan semoga keharmonisan dengan pasangan tetap terjalin dengan baik. Hanya saja, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam bekerjasama intim, terutama ketika sedang hamil muda.

Berhubungan intim saat hamil muda pada umumnya kondusif dilakukan. Hanya saja, sebagian ibu hamil merasa enggan untuk melaksanakan kekerabatan intim, baik alasannya ialah takut, gairah seksualnya menurun, mood-nya berubah-ubah, atau badannya terasa lemas.

Kenali Kondisi yang Berbahaya untuk Berhubungan Intim ketika Hamil Muda

Selama kehamilan, ada banyak sekali perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil. Salah satunya ialah leher rahim menjadi semakin sensitif.
Jika kekerabatan intim dipaksakan ketika hamil muda, apalagi tanpa foreplay atau pemanasan yang cukup, maka sanggup terjadi perdarahan melalui vagina jawaban kondisi leher rahim yang sensitif dan permukaan organ intim yang belum cukup terlumasi oleh cairan vagina.
Selain itu, ada pula beberapa kondisi yang sanggup membuat ibu hamil sebaiknya menghindari bekerjasama intim ketika hamil muda, seperti:
  • Plasenta previa.
  • Solusio plasenta.
  • Pernah melahirkan prematur.
  • Pernah keguguran.
  • Rahim terbuka sebelum waktunya.
  • Kehamilan kembar, apalagi kalau janin lebih dari dua.
Ibu hamil juga disarankan untuk tidak melaksanakan kekerabatan intim ketika hamil muda kalau suaminya menderita herpes genital, semoga tidak tertular herpes yang sanggup mengakibatkan keguguran dan keganjilan janin.
Bila suami mempunyai riwayat jerawat menular seksual, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter semoga sanggup diobati. Selain itu, gunakan kondom sebagai pengaman ketika bekerjasama intim.

Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Selama ibu hamil dalam keadaan yang sehat dan tidak mempunyai riwayat gangguan kehamilan atau keguguran sebelumnya, bekerjasama intim ketika hamil muda bergotong-royong kondusif dilakukan.
Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan semoga bekerjasama intim ketika hamil muda sanggup dilakukan dengan nyaman, di antaranya:

Ciptakan suasana yang nyaman

Gairah seksual ibu hamil muda biasanya akan menurun jawaban bermacam-macam tanda-tanda dan perubahan yang dialami pada kehamilan trimester pertama. Maka dari itu, langkah pertama yang harus dilakukan ialah membuat suasana yang nyaman terlebih dahulu.
Pastikan suhu ruangan nyaman, ada ganjal yang kondusif dan nyaman untuk berbaring, dan jauh dari aroma yang menyengat. Anda juga sanggup menyalakan lilin atau musik untuk membuat suasana makin nyaman.

Berhubungan intim dengan posisi yang aman

Posisi tubuh memainkan tugas penting dalam bekerjasama intim ketika hamil. Hal ini alasannya ialah adanya janin atau bayi dalam kandungan, sehingga posisi yang dilakukan dilarang sembarangan.
Sebaiknya lakukan kekerabatan intim dalam posisi yang nyaman untuk ibu hamil. Posisi berbaring menyamping dan woman on top dapat menjadi pilihan. Pastikan tidak menekan atau mengimpit perut ibu hamil, ibarat pada posisi misionaris atau telentang.

Rileks ketika melaksanakan penetrasi

Agar bekerjasama intim semakin nyaman, janganlah terburu-buru dan usahakan untuk selalu relaks. Hal ini akan membantu ibu hamil merasa tidak sakit ketika penetrasi dilakukan. Jangan memaksa ibu hamil untuk bekerjasama intim kalau memang ia sedang tidak mood. Bersabarlah dan tunggu momen yang tepat, kemudian lakukan kedua cara di atas.
Untuk meminimalkan ancaman bekerjasama intim ketika hamil muda, ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan. Jika masih ragu, tanyakan ke dokter kandungan apakah perlu menghindari kekerabatan intim ketika hamil muda.