Ketahui Penyebab Air Ketuban Keruh

Posted by Ganas003 on September 15, 2019 in

Dalam kondisi normal, air ketuban berwarna bening atau sedikit kekuningan. Jika air ketuban keruh, maka hal ini sanggup jadi membuktikan adanya persoalan dalam kehamilan yang sanggup berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Yuk, ketahui penyebab air ketuban keruh di artikel ini.
Saat berada di dalam kandungan, janin dilindungi oleh kantung yang berisi air ketuban.
Ada beberapa manfaat air ketuban bagi janin di dalam kandungan, yaitu:
  • Melindungi janin dari benturan luar, contohnya saat Anda jatuh.
  • Membantu perkembangan organ, ibarat sistem pencernaan dan pernapasan janin.
  • Memungkinkan janin bergerak, sehingga tulang dan ototnya berkembang dengan baik.
  • Melindungi janin dari infeksi.
  • Membantu menjaga suhu dalam rahim tetap hangat.
  • Mencegah tali sentra terjepit yang akan mengurangi pasokan oksigen ke janin.

Penyebab Air Ketuban Keruh

Air ketuban keruh merupakan salah satu tanda adanya persoalan pada kehamilan. Ada beberapa hal yang sanggup mengakibatkan air ketuban menjadi keruh, di antaranya:

1. Chorioamnionitis

Chorioamnionitis adalah abuh basil pada kantung dan air ketuban yang terjadi sebelum atau selama persalinan. Bakteri ini biasanya berasal dari vagina atau kanal kemih ibu.
Kondisi ini sanggup menyebabkan kelahiran prematur atau sepsis pada ibu dan bayi.Selain menjadi penyebab air ketuban keruh dengan warna kehijauan atau kekuningan, abuh ini juga menjadikan demam pada ibu hamil, rahim menjadi lunak, dan air ketuban berbau busuk.
Infeksi ketuban ini perlu diobati dengan proteksi antibiotik. Apabila abuh ketuban ini menyebabkan gawat janin atau kondisi ibu memburuk, maka persalinan mungkin akan perlu dilakukan secepatnya.

2. Mekonium

Mekonium merupakan kotoran yang dikeluarkan janin sesudah sistem pencernaannya berkembang sempurna. Air ketuban yang bercampur mekonium sanggup berubah warna menjadi kemerahan, kehijauan, atau kecokelatan. Kondisi ini sanggup disebabkan oleh beberapa alasan, ibarat kehamilan melebihi waktu atau bayi mengalami stres di dalam rahim.
Mekonium yang bercampur dengan air ketuban berisiko terhirup oleh bayi. Jika hal ini terjadi, mekonium sanggup menghambat kanal pernapasan bayi dan mengurangi kadar oksigen di dalam tubuhnya.
Dalam kasus tertentu, kondisi ini bahkan sanggup mengakibatkan bayi mengalami gangguan pernapasan segera sesudah lahir atau beberapa jam setelahnya.

3. Anemia hemolitik pada bayi

Air ketuban keruh dan kuning menawarkan adanya bilirubin pada cairan ketuban. Bilirubin yang berlebihan pada air ketuban ini sanggup jadi disebabkan oleh anemia hemolitik pada bayi.
Selain beberapa kondisi di atas, adanya darah ibu atau janin di dalam air ketuban juga sanggup mengakibatkan air ketuban keruh dan berwarna kemerahan. Sedangkan air ketuban yang berwarna gelap sanggup menandakan janin meninggal dalam kandungan.
Untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin terjaga, rutinlah berkonsultasi ke dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan. Dalam investigasi tersebut, dokter akan melaksanakan investigasi fisik dan USG kehamilan.
Tujuan investigasi kehamilan secara rutin yaitu untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kehamilan, yang salah satunya ditandai oleh perubahan warna air ketuban menjadi keruh.