Lebih Jauh Wacana Usg

Posted by Ganas003 on September 09, 2019 in
Salah satu faktor semoga pengobatan berjalan optimal yakni ketepatan mendiagnosis penyakit. Untuk  membantu mengidentifikasi penyebab penyakit pada pasien, dokter bisa menggunakan pemeriksaan penunjang, antara lain dengan bantuan alat USG.

USG atau ultrasonografi adalah teknik menampilkan gambaran atau gambaran dari kondisi cuilan dalam tubuh. Dalam mengambil gambar, alat ini memanfaatkan gelombang bunyi dengan frekuensi tinggi.
Kondisi yang Membutuhkan Diagnosis USG
Umumnya USG menggunakan sebuah alat bernama transducer yang ditempelkan di kulit untuk memancarkan gelombang bunyi dengan frekuensi tinggi. Namun, ada beberapa teknik USG yang perlu memasukkan transducer ke dalam tubuh. Teknik ini membutuhkan transducer khusus.
Selain itu, perkembangan teknologi menciptakan hasil pencitraan USG bukan saja lebih akurat, namun juga bisa dipakai dengan tujuan lebih spesifik, contohnya pada USG 3 dimensi. Beberapa tujuan pemakaian dan jenis USG yang dipakai antara lain:
  • Mengetahui duduk masalah yang ada di dalam prostat dengan menggunakan USG transrektal (melalui anus).
  • Mendapatkan pencitraan dari rahim dan ovarium melalui USG transvaginal.
  • Mendapat gambar yang terang dari organ jantung melalui ekokardiogram.
  • Memperoleh gambar yang terang dari peredaran darah pada pembuluh darah dengan USG teknologi Doppler.
  • Mendapatkan visualisasi jaringan perut dan organ di dalamnya melalui USG abdomen.
  • Memantau struktur dan jaringan di sekitar ginjal melalui USG ginjal.
  • Mendapatkan gambar jaringan payudara lewat USG payudara.
  • Memonitor denyut jantung pada janin, biasanya memakai teknologi Doppler.
  • Memonitor perkembangan janin pada ibu hamil.
  • Memantau struktur tulang tengkorak, otak, dan jaringan di dalam kepala bayi.
  • Mengambil sampel jaringan badan melalui teknik biopsi dipandu USG.
  • Melihat visualisasi struktur mata dengan USG mata.
Prosedur Pemeriksaan dan Teknis USG
Pasien yang akan menjalani investigasi USG biasanya akan diminta untuk berbaring telentang. Dokter kemudian akan mengoleskan gel khusus guna mencegah terjadinya tabrakan antara kulit dan transducer. Gel tersebut juga berfungsi memudahkan pengiriman gelombang bunyi ke dalam tubuh.
Saat investigasi USG, transducer akan digerak-gerakkan di cuilan badan yang akan diperiksa. Gerakan ini diharapkan semoga gelombang bunyi yang dikirim bisa memantul kembali dan memunculkan gambar yang baik.
Tiap gema yang memantul akan membentuk gambar berupa ukuran, bentuk, serta konsistensi dari jaringan lunak atau organ dalam tubuh. Pantulan gelombang itulah yang kemudian membentuk gambar di layar komputer. Setelah dievaluasi, dokter pemeriksa akan menjelaskan hasil investigasi dan menciptakan laporan ihwal hasil yang didapatkan dari investigasi USG pada pasien.
Jika pasien ingin melaksanakan USG pada organ dalam tertentu, contohnya kandung empedu, maka pasien diminta untuk tidak makan dan minum selain air putih selama 6-8 jam sebelum investigasi dilakukan. Hal ini diharapkan semoga kandung empedu tidak mengalami penyusutan ukuran.
Sementara itu, bagi ibu hamil yang berniat memeriksakan kondisi janinnya, dokter bisa menganjurkan untuk minum air minimal 4-6 gelas sekitar satu atau dua jam sebelum USG. Tujuannya agar kandung kemih terisi, sehingga membantu meningkatkan kualitas gambar.
Selama melaksanakan USG, dokter mungkin akan menyuruh pasien mengubah posisi. Hal ini dilakukan semoga saluran gelombang pada organ yang diperiksa makin mudah. Mudahnya gelombang bunyi mengakses organ makin meningkatkan kualitas gambar yang diperoleh.
USG bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit. Prosedur ini sendiri biasanya memakan waktu kurang dari setengah jam. Tidak ada larangan sesudah melaksanakan USG, jadi pasien sanggup melaksanakan acara ibarat biasa.
Dengan USG, dokter sanggup mendeteksi banyak sekali duduk masalah pada jaringan tubuh, pembuluh darah, dan organ-organ tubuh. Hebatnya, alat ini tidak memerlukan pembedahan dikala menampilkan gambar untuk mendeteksi duduk masalah di dalam tubuh. Keunggulan lain dari metode yang juga dikenal dengan nama sonografi ini yakni nihilnya penggunaan radiasi.
Meski investigasi dengan USG memiliki risiko yang minimal, namun tetap saja mekanisme ini mempunyai keterbatasan. Gelombang bunyi dari alat ini tidak bisa menembus tulang dan gas. Untuk cuilan yang terhalang tulang atau gas, disarankan bagi pasien untuk menggunakan mekanisme investigasi lainnya, seperti CT scan, MRI, atau Rontgen.