Makanan Untuk Mengatasi Morning Sickness

Posted by Ganas003 on September 17, 2019 in

Ada bermacam-macam jenis kuliner untuk mengatasi morning sickness atau keluhan mual dan muntah ketika hamil. Selengkapnya bisa kau temukan dalam ulasan berikut ini.
Hampir semua ibu hamil mengalami morning sickness di trimester pertama kehamilannya. Bahkan ada sebagian ibu hamil yang mengalami keluhan ini sepanjang masa kehamilan.
Meski disebut morning sickness, keluhan ini sebenarnya bisa tiba kapan saja dan bahkan bisa berlangsung sepanjang hari. Kondisi ini tentunya menciptakan ibu hamil merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu acara sehari-hari.
Keluhan mual dan muntah yang parah bahkan bisa menciptakan ibu hamil sulit untuk makan atau minum, sehingga berisiko terkena dehidrasi.

Pilihan Makanan dan Minuman untuk Mengatasi Morning Sickness

Untuk meringankan gejala morning sickness, Bumil sanggup mencoba beberapa jenis asupan berikut ini:

1. Makanan dan minuman berbahan dasar jahe

Menurut sejumlah penelitian, zat aktif yang terdapat pada jahe efektif meredakan tanda-tanda mual yang muncul selama masa kehamilan. Bumil bisa mengonsumsi jahe kering sekitar 0,5 – 1 gram per hari untuk mendapat khasiatnya.
Selain jahe segar, Bumil juga bisa mengonsumsi olahan jahe lainnya, menyerupai teh jahe hangat, es jahe, biskuit atau roti jahe, permen jahe, sampai asinan jahe, untuk membantu mengatasi morning sickness.

2. Kue kering

Beberapa jenis kuliner kering dan tawar, menyerupai biskuit kering, kudapan bagus kering rendah gula, dan roti kering, sanggup menjadi pilihan kuliner untuk mengatasi morning sickness.
Jenis kuliner ringan sehat ini bisa pribadi dimakan dan kebanyakan tidak beraroma kuat. Makanan atau minuman yang beraroma berpengaruh justru sanggup memperparah mual dan muntah.
Selain itu, kandungan karbohidrat pada kudapan bagus kering juga sanggup mengisi energi dan mengenyangkan perut kosong Bumil ketika mengalami morning sickness.

3. Buah pisang dan lemon

Saat morning sickness melanda, Bumil niscaya enggan mengonsumsi kuliner atau minuman apa pun. Padahal asupan nutrisi diharapkan semoga Bumil bisa tetap bertenaga dan kehamilan Bumil juga sehat. Nah, pisang bisa menjadi kuliner ringan sehat sumber energi yang baik untuk dikonsumsi dalam kondisi menyerupai ini.
Selain pisang, lemon juga bisa jadi pilihan. Aroma lemon yang segar bisa mengurangi mual. Bumil bisa mencium aroma lemon ketika minum air perasan lemon atau menambahkan potongan lemon dalam minuman dingin.

4. Makanan dan minuman dingin

Makanan dan minuman hirau taacuh cenderung tidak mempunyai aroma kuat, sehingga lebih kondusif untuk mencegah mual. Bumil bisa mencoba kuliner atau minuman yang didinginkan, seperti jelly, potongan buah dingin, yoghurt, es krim, aneka es serut, atau salad.
Selain minuman dan kuliner dingin, Bumil pun bisa mengonsumsi aneka kuliner dan minuman tanpa rasa dan tidak beraroma, menyerupai air putih, air kelapa, nasi putih, bubur nasi, dan kentang.

5. Makanan kaya protein

Kacang-kacangan, keju, telur, ikan, dan daging merupakan asupan kaya protein yang bisa Bumil konsumsi.
Menurut hasil studi terhadap perempuan hamil, makanan kaya protein dapat mengurangi tanda-tanda mual secara signifikan. Protein diduga bisa membantu menormalkan acara lambung dengan memperbaiki kinerja enzim pencernaan di lambung.
Selain mengonsumsi kuliner atau minuman tertentu, Bumil juga perlu mempratikkan tips menghalau morning sickness berikut ini:
  • Makan dalam porsi kecil, pelan-pelan, namun sering.
  • Hindari konsumsi kuliner pedas, beraroma tajam, manis, atau terlalu berlemak.
  • Hindari kafein, alkohol, dan minuman bersoda.
  • Jika perlu, konsumsi suplemen vitamin B6 setiap hari untuk membantu meringankan mual.
  • Jangan berbaring sehabis makan.
  • Setelah muntah, jangan lupa untuk sikat gigi dan dan berkumur menggunakan mouthwash. Hal ini dilakukan semoga sisa kuliner tidak melekat dan meninggalkan amis di mulut.
Jika mengonsumsi kuliner untuk mengatasi morning sickness ini tidak efektif mengurangi mual dan muntah atau justru memperparah morning sickness, maka Bumil disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan untuk mendapat pengobatan.