Ranitidine

Posted by Ganas003 on September 29, 2019 in


Nama Generik: RanitidineMerek: Acran, Conranin, Doranit, Fordin, Hexer, Rancus, Ranin, Ranitidine Otto, Ranitidine Phapros, Ranivel, Ratinal, Renatac, Tyran, Ulceranin, Wiacid, Xeradin, Zantac, Zantifar, Zenti 150, Aciblock, Aldin, Anitid, Chopintac Chopintac/Chop, Gastridin, Getidin, Graseric, Indoran, Radin, Ranicho, Ranitidin, Ranitidine Indo Farma, Ranitidine Soho, Ranoxin, Ranticid, Rantin, Ratan, Scanarin 150/Scanarin 300, Titan, Tricker, Zantadin, Zumaran, ranitidine-obat-apa dan Ranitidine.

Fungsi Obat Ranitidine

Untuk apa Ranitidine?

Ranitidine atau ranitidin yaitu obat untuk mengurangi jumlah asam lambung dalam perut. Fungsinya untuk mengatasi dan mencegah rasa panas perut (heartburn), maag, dan sakit perut yang disebabkan oleh tukak lambung. Ranitidin juga dipakai untuk mengobati dan mencegah banyak sekali penyakit perut dan kerongkongan yang disebabkan oleh terlalu banyak asam lambung, contohnya erosive esophagitis dan refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease, GERD).
Ranitidine termasuk ke dalam golongan obat H2 histamine blocker.
Obat ini juga tersedia tanpa resep. Digunakan untuk mencegah dan mengobati heartburn serta tanda-tanda lain yang diakibatkan terlalu banyak asam dalam perut (gangguan pencernaan asam). Jika Anda memakai obat ini tanpa resep, perhatikan instruksi pada kemasan secara saksama sehingga Anda tahu kapan harus menghubungi dokter atau apoteker.
Dosis ranitidine dan imbas samping ranitidine akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Ranitidine?

Konsumsilah Ranitidin lewat mulut, dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali atau dua kali per hari atau sesuai instruksi dokter. Pada beberapa kondisi sanggup saja diresepkan 4 kali sehari. Jika Anda meminum obat ini sekali sehari, biasanya harus diminum sesudah makan malam atau sebelum tidur.
Dosis dan lamanya perawatan tergantung kepada kondisi medis dan respon tubuh Anda. Pada anak-anak, takaran juga sanggup bergantung pada berat badan. Ikuti instruksi dokter dengan cermat. Anda sanggup juga meminum obat lain (misalnya antacid) untuk kondisi Anda sesuai dengan yang direkomendasikan dokter.
Minumlah obat ini secara rutin untuk mendapat keuntungannya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah di waktu yang sama setiap hari. Jangan meningkatkan takaran atau meminum obat ini lebih sering dari yang diresepkan, apalagi tanpa seizin dokter, lantaran ini sanggup menunda penyembuhan.
JIka Anda memakai ranitidine tanpa resep untuk mengobati persoalan pencernaan asam atau heartburn, minumlah satu tablet dengan segelas air secukupnya. Untuk mencegah heartburn, minumlah satu tablet dengan segelas air, 30-60 menit sebelum mengonsumsi kuliner atau minuman yang biasanya mengakibatkan heartburn. Jangan minum lebih dari 2 tablet dalam 24 jam kecuali dokter Anda menginstruksikannya. Jangan meminum obat ini lebih dari 14 hari berturut-turut tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Hubungi dokter bila kondisi tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Ranitidine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya eksklusif dan daerah yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin mempunyai hukum penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan belum dewasa dan binatang peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke akses pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diharapkan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara kondusif membuang produk Anda.

Dosis

nformasi yang diberikan bukanlah pengganti dari pesan yang tersirat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana takaran Ranitidine untuk orang dewasa?

  • Dosis ranitidin untuk orang sampaumur dengan ulkus duodenal: oral 150 mg 2 kali sehari, atau 300 mg sekali sehari sesudah makan malam atau sebelum makan. Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiao 6-8 jam. Alternatifnya, infus IV sanggup diberikan dengan rate 6.25 mg/jam selama 24 jam.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan dispepsia: 75 mg secara oral sekali sehari (tanpa resep) 30-60 menit sebelum makan. Dosis sanggup ditingkatkan hingga 75 mg dua kali sehari. Durasi pengobatan maksimum untuk pengobatan sendiri tanpa resep yaitu 14 hari.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan ulkus duodenal profilaksis: 150 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan ulkus perut: 150 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan erosive esophagitis: Oral — di awal: 150 mg 4 kali sehari, perawatan: 150 mg dua kali sehari. Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiap 6-8 hours. Alternatifnya, infus IV sanggup diberikan dengan rate 6.25 mg/jam selama 24 jam.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan stress ulcer profilaksis: Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiap 6 – 8 jam.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan perdarahan gastrointestinal: Parenteral: 50 mg IV dosis loading, diikuti dengan 6.25 mg/jam infus IV berkelanjutan, titrasi hingga gastric pH >7.0 untuk perawatan.
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan surgical prophylaxis: Study (n=80) – Prapengobatan di Thoracotomy untuk mengurangi GER: 150 mg secara oral 2 jam sebelum operasi.
  • Dosis ranitidin untuk orang sampaumur dengan Zollinger-Ellison Syndrome: Oral: Dimulai dengan 150 mg 2 kali sehari. Sesuaikan takaran untuk mengontrol sekresi asam lambung. Dosis hingga 6 gram per hari juga pernah digunakan. Parenteral: 1 mg/kg/jam diberikan sebagai infus IV berkelanjutan hingga maksimum 2.5 mg/kg/jam (rate infus hingga 220 mg/jam pernah digunakan).
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan kondisi Pathological Hypersecretory: Oral: Dimulai dengan 150 mg 2 kali sehari. Sesuaikan takaran untuk mengontrol sekresi asam lambung. Dosis hingga 6 gram per hari juga pernah digunakan. Parenteral: 1 mg/kg/jam diberikan sebagai infus IV berkelanjutan hingga maksimum 2.5 mg/kg/jam (rate infus hingga 220 mg/jam pernah digunakan).
  • Dosis ranitidine untuk orang sampaumur dengan refluks asam lambung: Oral: 150 mg dua kali sehari. Parenteral: 50 mg, IV atau IM, setiap 6-8 jam.

Bagaimana takaran Ranitidine untuk anak-anak?

Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan ulkus duodenal:
Usia 1 bulan hingga 16 tahun:
  • IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari IV
  • Oral: Pengobatan: 4-8 mg/kg dua kali sehari, setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg/hari secara oral
  • Perawatan: 2-4 mg/kg/hari secara oral sekali sehari. Maksimum: 150 mg/hari secara oral
Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan ulkus perut:
Usia 1 bulan hingga 16 tahun:
  • IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari IV
  • Oral: Pengobatan: 4-8 mg/kg dua kali sehari, setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg/hari secara oral
  • Perawatan: 2-4 mg/kg/hari secara oral sekali sehari. Maksimum: 150 mg/hari secara oral
Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan Duodenal Ulcer Prophylaxis:
Usia 1 bulan hingga 16 tahun:
  • IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam Maksimum: 200 mg/hari
  • Oral: 2-4 mg/kg sekali sehari, tidak melebihi 150 mg/24 jam.
Dosis ranitidin untuk orang belum dewasa untuk perawatan Gastric Ulcer
Usia 1 bulan hingga 16 tahun:
  • IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari
  • Oral: 2-4 mg/kg sekali sehari, tidak melebihi 150 mg/24 jam.
Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan refluks asam lambung:
Bayi gres lahir:
  • IV: 1.5 mg/kg IV sebagai dosis loading diikuti 12 jam kemudian dengan 1.5-2 mg/kg/hari IV dibagi-bagi setiap 12 jam. Alternatifnya, infus IV berkelanjutan sanggup diberikan dengan rate 0.04 hingga 0.08 mg/kg/jam (1-2 mg/kg/hari) sesudah dosis loading sebanyak 1.5 mg/kg sudah diberikan.
  • Infus IV berkelanjutan: Dosis loading: 1.5 mg/kg/dosis, diikuti oleh infus 0.04 oleh 0.08 mg/kg/jam (atau 1 hingga 2 mg/kg/hari).
  • Oral: 2 mg/kg/hari dibagi ke dalam 2 dosis, diberikan setiap 12 jam.
Usia 1 bulan hingga 16 tahun:
  • IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari. Alternatifnya, infus IV takaran bolus 1 mg/kg sanggup diberikan satu kali, diikuti oleh infus IV konstan dengan rate 0.08 hingga 0.17 mg/kg/jam (2 hingga 4 mg/kg/hari).
  • Oral: 4 hingga 10 mg/kg/hari diberikan dalam 2 takaran setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg oral per hari.
Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan Erosive Esophagitis
Usia 1 bulan hingga 16 tahun:
  • IV: 2-4 mg/kg/hari dibagi-bagi setiap 6-8 jam. Maksimum: 200 mg/hari. Alternatifnya, infus IV takaran bolus 1 mg/kg sanggup diberikan satu kali, diikuti oleh infus IV konstan dengan rate 0.08 hingga 0.17 mg/kg/jam (2 hingga 4 mg/kg/hari).
  • Oral: 4 hingga 10 mg/kg/hari diberikan dalam 2 takaran setiap 12 jam. Maksimum: 300 mg oral per hari.
Dosis ranitidine untuk orang anak-anak dengan Dyspepsia
Anak-anak 12 tahun ke atas:
  • 75 mg secara oral, satu kali, 30-60 menit sebelum mengonsumsi kuliner atau minuman yang mengakibatkan heartburn. Maksimum: 150 mg/24 jam
  • Durasi pengobatan: Tidak boleh lebih dari 14 hari

Dalam takaran apakah Ranitidin tersedia?

  • Tablet, oral 25 mg; 75 mg; 150 mg; 300 mg
  • Kapsul, oral 150 mg; 300 mg;
  • Solution, suntikan: 50 mg/2 mL; 150 mg/6 mL; 1000 mg/40 mL

Efek Samping

Efek samping apa yang sanggup dialami lantaran Ranitidine?

Cari dukungan medis segera bila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Berhenti mengonsumsi ranitidine dan segera hubungi dokter bila Anda mengalami imbas samping yang serius dari ranitidin ibarat di bawah ini:
  • Nyeri dada, demam, napas pendek, batuk dengan lendir hijau atau kuning
  • Mudah lebam atau berdarah, tubuh lemas tanpa sebab
  • Detak jantung lambat atau cepat
  • Masalah dengan penglihatan
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala disertai ruam kulit yang merah, mengelupas, dan melepuh
  • Mual, sakit perut, demam ringan, hilang napsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna gelap, jauncide (mata dan kulit menguning)
Efek samping yang tak terlalu serius dari ranitidine meliputi:
  • Sakit kepala (bisa cukup parah)
  • Mengantuk, pusing
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Gairah seks menurun, impotensi, atau kesulitan meraih orgasme; atau
  • Mual, muntah, sakit perut
  • Diare atau konstipasi
Tidak semua orang mengalami imbas samping ini. Mungkin ada beberapa imbas samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai imbas samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum memakai Ranitidine?

Jangan gunakan obat ini bila Anda alergi pada ranitidine.
Heartburn kadang ibarat dengan tanda-tanda serangan jantung. Cari dukungan medis bila Anda mengalami nyeri dada atau dada terasa berat, rasa sakit menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, dan tubuh terasa sakit.

Apakah Ranitidine kondusif untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai apakah ranitidine kondusif bagi ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum memakai obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) berdasarkan US Food and Drugs Administration (FDA).
Berikut rujukan kategori risiko kehamilan berdasarkan FDA :
  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti aktual dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ranitidine?

Sebelum mengonsumi ranitidine, beri tahu dokter bila Anda sedang dalam pengoatan dengan triazolam (Halcion). Anda mungkin jadi tak sanggup mengonsumsi ranitidine, atau dosisnya harus disesuaikan, atau harus menjalani beberapa tes khusus selama pengobatan.

Apakah kuliner atau alkohol sanggup berinteraksi dengan Ranitidine?

Obat-obatan tertentu dilarang dipakai pada ketika makan atau ketika makan kuliner tertentu lantaran interaksi obat sanggup terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga sanggup mengakibatkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang sanggup berinteraksi dengan Ranitidine?

Tanya dokter atau apoteker apakah kondusif Anda mengonsumsi ranitidine bila Anda mengidap:
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Porphyria

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada perkara gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu takaran obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu takaran berikutnya, lewati takaran yang terlupakan dan kembali ke jadwal takaran yang biasa. Jangan meniru dosis.