5 Problem Kesehatan Yang Dapat Dideteksi Lewat Usg

Posted by Ganas003 on Oktober 11, 2019 in

Pemeriksaan USG biasanya dilakukan untuk memeriksakan segala macam hal yang terkait dengan kehamilan — untuk mengetahui jenis kelamin bayi, memantau kondisi bayi dalam kandungan secara keseluruhan, hingga mencari duduk kasus pada badan ibu hamil yang bisa merisikokan kehamilannya. Namun, tahukah Anda bahwa USG juga digunakan untuk mendeteksi banyak duduk kasus kesehatan lain yang tidak bekerjasama dengan kehamilan? Ya!
Tua, muda, laki-laki, atau wanita sanggup saja disarankan untuk menjalani investigasi USG apabila dokter merasa perlu. Hal ini bertujuan untuk memastikan diagnosis penyakitnya, supaya Anda sanggup mendapat pengobatan yang tepat.
Jadi, apa saja gangguan kesehatan dan penyakit yang sanggup dideteksi lewat USG? Baca terus untuk tahu lebih lanjut.
Bagaimana cara kerja USG?
USG atau ultrasonografi (sonogram) adalah sebuah tes investigasi yang memakai gelombang bunyi frekuensi tinggi untuk menggambarkan kondisi organ-organ dalam tubuh.
Saat Anda melaksanakan USG, belahan badan yang diperiksa akan dioleskan gel, dan lalu dokter akan menggerakkan stik pengontrol berjulukan transduser di atas belahan badan tersebut. Transduser ini akan mengirimkan gelombang bunyi frekuensi tinggi ke organ-organ maupun cairan badan yang ada di area tersebut. Gelombang bunyi ini lalu akan memantul kembali berupa sinyal listrik ke mesin yang akan mengubahnya menjadi gambar. Anda sanggup melihat gambar organ dalam badan Anda di layar monitor.
Misalnya, Anda diminta untuk USG jantung. Setelah dada Anda dioles gel khusus, stik transduser yang bergerak-gerak di atasnya akan “mengambil gambar” jantung sekaligus rangka dada Anda. Pada jaringan yang mempunyai kepadatan tinggi, ibarat tulang, layar USG akan menampilkan gambar berwarna putih. Sementara jaringan lunak, ibarat jantung, akan dimunculkan sebagai gambaran berwarna hitam.
Masalah kesehatan apa saja yang sanggup dideteksi lewat investigasi USG?
Selain untuk menyidik kondisi kehamilan, investigasi USG juga berfungsi untuk mendeteksi duduk kasus kesehatan pada:
1. Sistem empedu
Segala penyakit atau gangguan yang bekerjasama dengan sistem empedu sanggup dideteksi lewat USG.
Kantong empedu terletak di antara usus dan hati yang berfungsi menyimpan empedu dari hati hingga saatnya datang untuk dilepaskan ke dalam usus guna membantu pencernaan. Empedu itu sendiri yaitu cairan kuning kehijauan yang fungsinya mencerna lemak. Cairan empedu sanggup menumpuk dan lama-lama mengkristal sehingga menjadikan duduk kasus kesehatan, seperti batu empedu dan kolesistitis. Masalah pada pankreas juga termasuk yang sanggup dideteksi lewat investigasi USG sistem empedu.
2. Sistem urinasi (perkemihan)
Pemeriksaan USG sanggup mendeteksi dan memperlihatkan gambaran terang mengenai duduk kasus pada susukan kemih, yang dimulai dari ginjal hingga kandung kemih. Penyakit atau kondisi medis yang sanggup dideteksi termasuk hidronefrosis (pembesaran ginjal), tumor ginjal, penebalan dinding susukan kemih, hingga testis yang tidak turun pada anak dan testis yang terpuntir (torsio testis).
3. Sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)
Pemeriksaan USG jantung disebut juga dengan ekokardiografi. Pemeriksaan ini khususnya memakai USG doppler. Doppler kebanyakan digunakan untuk mengukur laju ajaran darah pada jantung dan pembuluh darah besar. Gambaran yang nantinya muncul berupa gambaran warna merah dan biru.
Dengan ekokardiografi, Anda sanggup pribadi melihat seberapa baik fungsi dan struktur jantung bekerja secara akurat. USG jantung sanggup memberi tahu Anda bagaimana gerakan katup jantung, dinding jantung, dan sebaik apa ajaran darah di bilik jantung.
Dengan alat ini Anda sanggup melihat apakah fungsi jantung Anda baik, apalagi jikalau dilakukan setelah serangan jantung.
4. Usus buntu
Usus buntu (apendisitis) yaitu peradangan pada usus buntu yang disebabkan oleh penyumbatan. Usus buntu yaitu sebuah struktur berbentuk selang kecil yang melekat pada belahan awal usus besar. Usus buntu tidak mempunyai fungsi tertentu, tapi ketika sumbatan tersebut pecah, radang usus buntu sanggup membahayakan nyawa.
Ketika dilihat lewat pemerikaaan USG, gambaran yang akan tampil yaitu usus buntu akan berukuran lebih besar dari biasanya dan terdapat penebalan dinding dari usus buntu.
5. Pembesaran kelenjar getah bening
Pemeriksaan USG sanggup memberi tahu dokter seputar adanya pembengkakan kelenjar getah bening dan duduk kasus lain yang terkait dengannya (limfadenopati, limfadenitis).
Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya lebih rentan dialami belum dewasa lantaran sistem daya tahan tubuhnya masih berkembang. Penyebab pembengkakan antara lain radang tenggorokan, infeksi virus, infeksi telinga, infeksi gigi, infeksi bakteri, dan infeksi HIV/AIDS.
Selain untuk menyidik kondisi kehamilan dan lima jenis duduk kasus di atas, investigasi USG juga sanggup dilakukan pada tenggorokan dan vagina sesuai apa yang diharapkan oleh dokter unttuk diperiksa. Ukuran stik transdusernya pun sanggup berbeda-beda, tergantung lokasi pemeriksaannya.
Apa efek samping investigasi USG?
Pemeriksaan USG mungkin sanggup menimbulkan sensasi panas sementara pada lokasi investigasi ketika dilakukan pencitraan. Namun USG yaitu mekanisme medis kondusif dan tidak mempunyai efek samping atau komplikasi serius jangka panjang.