Inilah Alasan Ibu Hamil Sering Mengalami Penyakit Asam Lambung

Posted by Ganas003 on Oktober 23, 2019 in ,

Sebagian besar ibu hamil kerap mengalami gejala penyakit asam lambung (GERD), khususnya nyeri ulu hati. Nyeri ulu hati ialah rasa panas di dada tanggapan naiknya asam lambung. Gejala sering kali kian parah seiring bertambahnya usia kehamilan. Penyebabnya adalah perubahan hormon selama hamil yang menjadikan kerja pencernaan melambat.
Janin yang membesar dan rahim yang membesar juga bisa menjadikan makanan dan asam lambung tertekan naik ke esofagus atau kerongkongan. Esofagus ialah kanal antara lisan dan lambung.
Pada kondisi pencernaan normal, kuliner turun ke lambung melalui kanal esofagus dan melewati katup bawah esofagus (Lower Esophageal Sphincter - LES). Katup LES akan membuka untuk memasukkan kuliner ke lambung dan menutup untuk mencegah asam lambung naik. Sementara pada kasus penyakit GERD di masa kehamilanrespons LES tidak seketat pada kondisi normal, sehingga asam lambung lebih gampang naik.
Penanganan GERD pada ibu hamil tolong-menolong sama saja dengan penderita pada umumnya yang fokus pada perubahan gaya hidup. Beberapa di antaranya, yaitu:
  • Jangan merokok.
  • Ubah kebiasaan pola makan sebelum hamil. Kini disarankan untuk makan dalam porsi kecil, tapi sering. Jangan pribadi berbaring sehabis makan, tunggulah 2-3 jam.
  • Jangan makan kuliner ringan di tengah malam.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang berisiko memperparah GERD, seperti kuliner pedas, asam, cokelat, mint, serta kopi.
  • Bila tanda-tanda GERD kumat pada malam hari, kau bisa berbaring dengan mengangkat kepalamu lebih tinggi 15-20 cm. Gunakan bantal untuk meninggikan tubuh cuilan atas ketika tidur. Berbaringlah ke sisi kirimu.
  • Konsumsi yoghurt atau segelas susu saat merasakan kemunculan gejala.
Sementara itu, beberapa jenis obat-obatan yang mungkin diresepkan untuk ibu hamil guna menangani nyeri ulu hati atau dada terasa panas (heartburn) saat hamil, antara lain:
  • AlginatSebagian jenis antasida dibentuk dengan kombinasi obat jenis alginate yang mampu membantu meringankan gangguan pencernaan tanggapan asam lambung. Pada sebagian besar kasus, kombinasi antasida dan alginate bisa efektif menangani tanda-tanda gangguan pencernaan selama kehamilan.
  • Antasida, yaitu jenis obat yang bekerja cepat membantu meringankan gangguan pencernaan dengan menetralkan asam lambung. Bila kau diresepkan antasida dan perhiasan zat besi, jangan diminum pada waktu bersamaan sebab sanggup mengganggu kemampuan tubuh menyerap zat besi.
  • Omeprazol, biasanya diresepkan untuk diminum sekali sehari dan seharusnya tanda-tanda sudah membaik dalam lima hari. Bila tidak, mungkin takaran perlu dinaikkan. Pada beberapa kasus, omeprazol dapat menimbulkan imbas samping, seperti sakit kepala, diare, mual, maupun muntah.
  • Ranitidin. Obat ranitidin biasa diresepkan untuk diminum dua kali sehari.
Obat-obatan di atas bukan berarti harus kau minum semuanya. Konsultasikan kepada dokter mengenai kebutuhan obat dan takaran untuk kondisimu, serta ikuti petunjuk pemakaian obat. Kamu akan membutuhkan penanganan medis serius kalau mengalami nyeri ulu hati membuatmu sering terbangun di malam hari, sering kumat, atau disertai gejala-gejala lain. Gejala yang dimaksud adalah batuk, turun berat badan, sulit menelan, atau tinja berwarna hitam