Jongkok Dikala Hamil Mempunyai Aneka Macam Manfaat, Lho

Posted by Ganas003 on Oktober 19, 2019 in

Sebagian ibu hamil mungkin akan khawatir dikala berolahraga dan melaksanakan gerakan jongkok. Padahal, bila dilakukan dengan cara yang benar, gerakan jongkok dikala hamil ternyata sanggup membawa imbas positif untuk kesehatan ibu hamil.
Gerakan jongkok atau squat merupakan salah satu jenis gerakan olahraga yang efektif untuk menguatkan badan bab bawah. Manfaat ini juga sanggup diperoleh oleh ibu hamil yang rutin melaksanakan gerakan ini.

Manfaat Jongkok untuk Ibu Hamil

Nah, semoga Bumil tidak ragu, berikut klarifikasi manfaat dari gerakan jongkok yang dilakukan dengan cara yang benar:
  • Membantu membuaka susukan dan jalan lahir pada panggul sehingga memudahkan proses persalinan nantinya.
  • Mengurangi risiko tindakan episiotomi, dikala persalinan.
  • Mengurangi risiko penggunaan alat bantu, seperti vakum saat melahirkan.
  • Membuat otot panggul lebih rileks.
  • Membantu memperkuat kaki.

Gerakan-gerakan Jongkok yang Aman untuk Ibu Hamil

Setelah mengetahui bermacam-macam manfaat dari gerakan jongkok, Bumil disarankan untuk mengetahui cara melaksanakan gerakan jongkok yang aman. Beberapa gerakan jongkok yang relatif kondusif dilakukan oleh Bumil, antara lain:

1. Jongkok dengan melekat di tembok

Gerakan jongkok satu ini cocok dilakukan oleh ibu hamil trimester ketiga. Caranya dengan menyenderkan kepala dan badan ke tembok. Setelah itu, turunkan badan ke posisi jongkok dan tahan selama kurang lebih 30 detik.

2. Gerakan sumo atau sumo squat

Variasi gerakan jongkok yang satu ini bermanfaat untuk menguatkan otot perut dan kaki Bumil. Caranya, berdirilah dengan posisi kaki terbuka lebar, lebih lebar dari bahu. Setelah itu, pelan-pelan Bumil sanggup turunkan badan sampai berada di posisi jongkok. Kemudian lakukan gerakan kembali ke posisi awal, ulangi gerakan ini 3-15 kali.

3. Jongkok dengan posisi yang agak dalam

Saat hamil, otot panggul relatif melemah alasannya yaitu menopang rahim, kantung kemih, dan organ lain. Melemahnya otot panggul ini sanggup memicu inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil sehabis melahirkan.
Untuk mencegah hal ini, Bumil sanggup melaksanakan gerakan jongkok dengan posisi yang agak dalam. Caranya dengan bangun menghadap dinding dengan kaki dalam posisi jongkok menyerupai “sumo” dengan jarak kedua kaki diatur cukup lebar. Setelah itu, rentangkan kedua tangan ke depan atau berpegangan pada tembok untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Setelah itu, pelan-pelan gerakkan badan untuk mencapai posisi jongkok, tahan selama 10 detik, lalu bangun kembali. Ulangi gerakan ini sebanyak lima kali.

4. Jongkok memakai kursi

Gerakan jongkok memakai dingklik disarankan untuk Bumil yang kurang nyaman dengan gerakan jongkok biasa. Jongkok dengan memakai dingklik sanggup dilakukan dengan cara berikut. Sediakan dingklik yang akan dipakai sebagai alat bantu, lalu Bumil bangun dengan jarak kurang lebih 30 cm dari kursi. Setelah itu, lakukan gerakan menyerupai akan duduk, jangan menyender ya Bumil. Tahan posisi ini selama kurang lebih 1-2 detik. Kemudian, bangun kembali sambil memegang otot  yang ada di pinggul.
Ulangi gerakan ini kurang lebih 10-15 kali. Gerakan ini cocok dilakukan oleh ibu hamil trimester pertama.
Selain itu, posisi jongkok juga sanggup Bumil lakukan dikala pipis atau BAB menggunakan toilet jongkok. Olahraga dan gerakan jongkok yang dilakukan Bumil dengan cara yang benar sanggup memperlihatkan manfaat.
Bumil sanggup melaksanakan beberapa pola gerakan di atas. Jika ragu atau mempunyai duduk masalah selama kehamilan, berkonsultasilah dengan dokter kandungan, semoga diberikan saran jenis olahraga dan gerakan yang sesuai dengan kondisi Bumil.