Saatnya Memeriksakan Kandungan Dengan Usg 3 Dimensi

Posted by Ganas003 on Oktober 17, 2019 in

Pemeriksaan USG (ultrasonografi) hampir selalu dilakukan dikala ibu hamil menjalani investigasi kehamilan ke dokter. Kini ada jenis USG yang lebih canggih, yaitu USG 3 dimensi. Jenis USG ini dianggap mempunyai beberapa keunggulan dibanding USG biasa.   
Pada dasarnya, USG 3 dimensi (3D) dan USG biasa atau USG dua dimensi sama-sama memanfaatkan gelombang bunyi untuk menghasilkan gambar. Hanya saja, USG 3 dimensi memakai mesin dan perangkat lunak yang lebih mutakhir, sehingga gambar yang dihasilkannya terlihat lebih detail dan lebih jelas.
Dengan gambar yang dihasilkan USG 3D, Anda sanggup melihat bentuk wajah, tubuh, organ, sampai kaki janin dengan jelas, termasuk apa yang sedang ia lakukan. Dalam investigasi kesehatan, USG 3D mempermudah dokter untuk mendeteksi gangguan janin yang sulit atau tidak terdeteksi oleh USG 2D, seperti bibir sumbing atau cacat lahir.
Meski demikian, tujuan dari investigasi USG 3 tidaklah berbeda dengan USG 2D, yaitu:
  • Menentukan usia kehamilan.
  • Mendeteksi jumlah janin dalam kandungan atau mendeteksi kehamilan kembar.
  • Mengevaluasi pertumbuhan janin selama kehamilan dengan memantau pergerakan dan denyut jantung janin.
  • Mengevaluasi kondisi plasenta dan cairan ketuban.
  • Memeriksa posisi bayi sebelum persalinan.
  • Mendeteksi apakah ada kelainan pada plasenta, seperti plasenta previa dan pengapuran plasenta.
  • Mendeteksi adanya kehamilan yang tidak normal, ibarat hamil anggur atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
  • Mencari penyebab keluhan selama hamil, contohnya perdarahan vagina atau nyeri perut.
Kapan Bisa Memeriksakan Diri dengan USG 3D?
Waktu terbaik untuk melaksanakan investigasi kandungan dengan USG tiga dimensi ialah ketika usia kehamilan sudah memasuki ahad ke-26 sampai ke-30.
Melakukan investigasi USG 3D di usia kehamilan kurang dari 26 ahad mungkin tidak akan banyak membantu memperlihatkan bentuk badan dan wajah bayi, alasannya ialah bayi belum tumbuh cukup besar untuk sanggup diperiksa dengan USG 3 dimensi.
Meski sanggup memperlihatkan kualitas gambar yang lebih baik, pemeriksaan kehamilan dengan USG 3D sejauh ini hanyalah investigasi tambahan. Artinya, USG 3D tidak perlu dipakai secara rutin pada setiap investigasi kandungan.
Jika di akomodasi kesehatan daerah Anda memeriksakan kandungan tidak terdapat USG 3D, dokter masih sanggup melaksanakan USG biasa untuk mengevaluasi kondisi kesehatan Anda dan janin di dalam kandungan. Namun apabila ingin melaksanakan USG 3D, Anda sanggup berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya.
Bagaimana Prosedur Pemeriksaan USG 3 Dimensi Berlangsung?
Proses investigasi USG 3D tak begitu berbeda dengan USG 2D. Awalnya, dokter akan meminta ibu hamil untuk lebih dulu berbaring di daerah tidur pemeriksaan. Setelah itu, dokter akan mengoleskan gel khusus di perut ibu hamil.
Saat gel sudah dioleskan, dokter kemudian akan menempelkan alat transduser USG ke perut. Transduser ialah alat yang berfungsi untuk mengirimkan gelombang bunyi ke rahim dan janin semoga mesin USG sanggup menghasilkan gambar yang diinginkan.
Prosedur ini biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menjadikan rasa sakit. Sama ibarat pada USG 2D, pasien sanggup mencetak dan membawa pulang hasil gambar USG 3D. Dokter juga akan memberi tahu pasien kalau ada duduk masalah kesehatan yang terdeteksi dikala pemeriksaan.
Apakah USG 3 Dimensi Aman?
Karena USG 3D tidak memakai radiasi pengion atau sinar-X untuk menghasilkan gambar, maka mekanisme ini terbilang kondusif bagi ibu hamil. Sejauh ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa investigasi USG kehamilan secara rutin sanggup meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin.
Meski demikian, pertimbangan untuk melaksanakan investigasi USG, baik USG kehamilan biasa ataupun jenis USG lainnya, tetap perlu menurut rekomendasi dokter yang melaksanakan pemeriksaan. Tanpa alasan medis yang terperinci dan rekomendasi dokter, USG 3 dimensi sebaiknya tidak dilakukan.
Sekilas perihal USG 4D
Selain USG 3D, sekarang juga sudah ada mesin USG 4D. Perbedaan fundamental dari USG 3D dengan USG 4D ialah gambar yang dihasilkan. Pada USG 3D atau 2D, gambar yang dihasilkan hanya berupa foto (gambar diam). Sedangkan pada USG 4D, Anda sanggup melihat janin dalam bentuk video.
Meski mempunyai hasil berbeda, baik USG 2D, 3D, maupun 4D sama-sama memanfaatkan gelombang bunyi untuk menghasilkan gambar organ atau janin di dalam kandungan.
Namun masalahnya, masih belum banyak akomodasi pelayanan kesehatan di Indonesia yang menyediakan sarana untuk melakukan pemeriksaan USG 4D, begitu juga USG 3D.
Kendati sudah tersedia mesin USG 3D dan 4D, bukan berarti USG 2D tidak lagi diharapkan dalam investigasi kandungan. USG 2D tetap menjadi belahan dari mekanisme investigasi kandungan rutin, lantaran keamanan dan keakuratan balasannya sudah terbukti, selain juga lantaran biayanya yang lebih terjangkau.
Jika Anda ingin melaksanakan investigasi ultrasonografi, baik itu 2D, 3D, atau 4D, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Dokter akan menyarankan jenis investigasi USG yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.