Mengulas Tentang Jenis Ruangan Kamar Rawat Inap di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya




Kota Surabaya merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Di kota yang besar tentu saja Surabaya memiliki banyak sekali pelayanan kesehatan untuk umum yaitu rumah sakit yang berdiri di setiap wilayah yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Dari sekian banyaknya rumah sakit yang ada di Surabaya, salah satu yang memiliki pelayanan kesehatan terbaik adalah Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya yang telah berdiri sejak lama yaitu tepatnya bulan Nopember tahun 1970. Rumah sakit ini tentu saja yang menjadi salah satu pilihan banyak warga Surabaya yang ingin berobat dengan pelayanan kesehatan yang memadai dan lengkap.

Rumah sakit tentu saja sebuah pelayanan kesehatan yang akan sangat di butuhkan oleh semua orang, bukan hanya untuk orang sakit yang ingin berobat saja akan tetapi juga untuk orang-orang yang dalam kondisi yang sehat bisa datang untuk ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka apakah dalam kondisi yang baik atau tidaknya. Semua itu bisa untuk di dapatkan dari layanan rumah sakit. Oleh sebab itu keberadaan rumah sakit dengan pelayanan kesehatan yang lengkap menjadi kepentingan yang sangat penting untuk setiap daerah dan setiap kota di Indonesia dan dunia.

Untuk Anda yang berada di sekitar Surabaya dan juga warga Surabaya yang ingin tahu mengenai jenis dari ruangan kamar rawat inap yang tersedia di RS Al Irsyad Surabaya ini bisa untuk mengetahui setiap jenis kamar rawat inapnya terlebih dahulu sebagai patokan nantinya untuk Anda yang ingin berobat di rumah sakit ini bisa untuk memilih jenis kamar yang memang sesuai dengan kenyamanan Anda dan keluarga yang akan menemani selama di rawat nantinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis dari ruangan kamar rawat inap yang tersedia di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya dengan pelayanan terbaik dan tentu saja lengkap. Jenis ruangan rawat inap tersebut antara lain sebagai berikut ini:

  • Kelas III

ü  Fasilitas yang tersedia 8 tempat tidur untuk pasien.
ü  Kamar mandi dan juga kipas angin.
ü  Untuk tarif 200.000.

  • Kelas II

ü  Fasilitas yang tersedia 3-6 tempat tidur untuk pasien.
ü  Kamar mandi, AC dan TV.
ü  Untuk tarif 250.000.

  • Kelas I

ü  Fasilitas yang tersedia 2 tempat tidur untuk pasien.
ü  Kamar mandi, AC dan TV.
ü  Untuk tarif 300.000.

  • Kelas VIP

ü  Fasilitas 1 tempat tidur untuk pasien.
ü  1 tempat tidur untuk penunggu.
ü  1 set untuk kursi tamu.
ü  Koran, AC, perlengkapan untuk ibadah, lemari es.
ü  Kamar mandi tersedia dengan air dingin dan panas.
ü  Untuk tarif 550.000.

  • Kelas VVIP

ü  1 tempat tidur untuk pasien.
ü  1 untuk penunggu.
ü  Buah sambutan.
ü  Mendapatkan makan 3x sehari untuk pasien dan juga penunggu.
ü  Teh atau kopi.
ü  AC, sofa, TV, kulkas, dispenser, lemari pakaian, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, kamar mandi, free WiFi.
ü  Untuk tarif 1,2 juta.

  • Kelas SVVIP

ü  1 tempat tidur untuk pasien.
ü  1 untuk penunggu.
ü  Buah sambutan.
ü  Snack 2x sehari untuk penunggu.
ü  Mendapatkan makan 3x sehari untuk pasien dan juga penunggu.
ü  Teh atau kopi.
ü  AC, sofa, TV, kulkas, dispenser, lemari pakaian, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, kamar mandi, free WiFi.
ü  Untuk tarif 2 juta.


Apa itu penyakit fu singapura


Penyakit flu singapura adalah penyakit yang menyebabkan luka atau lecet di dalam atau di mulut dan di tangan, kaki, dan kadang-kadang bokong dan kaki. Dan luka tersebut menimbulkan rasa sakit. Penyakitnya biasanya tidak bertahan lebih dari seminggu. Penyakit flu singapura adalah peyakit yang umum pada anak-anak tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa. Ini dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun tetapi paling umum di musim panas, Orang bisa terkena penyakit ini lebih dari sekali karena disebabkan oleh beberapa virus berbeda.

Apa yang menyebabkan penyakit flu singapura? Penyakit flu singapura disebabkan oleh virus yang disebut enterovirus. Virus ini menyebar dengan mudah melalui batuk dan bersin. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi atau cairan blister. Ini dapat terjadi saat mengganti popok atau dengan menyentuh benda yang disentuh anak dengan lecet atau luka. Seringkali penyakit muncul dalam suatu komunitas. Biasanya dibutuhkan 3 hingga 7 hari bagi seseorang untuk mendapatkan gejala penyakit flu singapura setelah terkena virus. Ini disebut masa inkubasi.

Gejala flu singapura, pada awalnya anak kalian mungkin merasa lelah, sakit tenggorokan, atau demam sekitar 38,3 ° C (101 ° F) hingga 39,5 ° C (103 ° F). Kemudian dalam satu atau dua hari, luka atau lecet dapat muncul di mulut dan di tangan, kaki, dan kadang-kadang bokong. Dalam beberapa kasus, ruam kulit mungkin muncul sebelum lepuh terjadi. Lepuh bisa pecah dan berkerak. Luka dan lepuh biasanya hilang dalam seminggu atau lebih. Dalam beberapa kasus tidak ada gejala, atau gejalanya sangat ringan. Orang tua mungkin terular penyakit dari anak-anak mereka dan bahkan tidak menyadarinya.

Bagaimana penyakit flu singapura didiagnosis? Seorang dokter dapat mengetahui apakah anak kalian memiliki penyakit flu singapura berdasarkan gejala yang kalian gambarkan dan dengan melihat luka dan lecet. Tes biasanya tidak diperlukan. Penyakit flu singapura biasanya tidak memerlukan perawatan. Kalian dapat menggunakan perawatan di rumah untuk membantu meringankan gejala anak kalian. Berikan anak kalian banyak minum, berikan sesekali air dingin untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan. Makanan dingin seperti es krim juga bisa membantu. Jangan beri anak Anda makanan dan minuman yang asam atau pedas, seperti jus. Makanan-makanan ini bisa membuat luka mulut lebih menyakitkan. Untuk rasa sakit dan demam, tanyakan kepada dokter kalian apakah kalian dapat memberikan anak asetaminofen atau ibuprofen Jangan berikan aspirin pada anak kalian. 

Anak-anak kemungkinan besar akan menyebarkan penyakit selama minggu pertama muncul gejala. Tetapi virus dapat bertahan selama beberapa bulan dan dapat menyebar ke orang lain. Untuk membantu mencegah penyebaran penyakit:
  1. Anak kaian diperbolehkan untuk menghadiri sekolah atau penitipan anak jika anak merasa cukup baik untuk mengambil bagian dalam kegiatan.
  2. Cuci tangan kalian sesering mungkin. Penting sekali untuk mencuci tangan setelah menyentuh lepuh atau mengganti popok anak yang terinfeksi.
  3. Ajari semua anggota keluarga untuk sering mencuci tangan.
  4. Jangan biarkan anak kalian berbagi mainan atau memberi ciuman saat ia terinfeksi.

Bagaimana dengan ibu hamil dan penyakit flu singapura? Karena sangat sedikit orang dewasa, termasuk wanita hamil, yang menderita penyakit flu singapura, sulit untuk memprediksi risiko pada anak yang belum lahir. Dari pengalaman, dokter mengatakan sangat tidak mungkin bayi yang belum lahir akan dirugikan jika seorang wanita hamil terkena penyakit flu singapura atau berada di sekitar seseorang yang menderita penyakit tersebut. Waktu yang paling mungkin bagi bayi yang belum lahir untuk terluka adalah pada trimester pertama. Tetapi meskipun demikian risikonya kecil.

Penyakit Microdontia dan Cara Mengatasinya


Sumber : hellosehat.com            
                                               
Tubuh manusia sangat rentan dengan penyakit. Dimulai dari penyakit dalam hingga luar. Semua bagian tubuh mempunyai resiko yang sama terkena penyakit salah satunya mulut. Di dalam mulut ada nama bagian tubuh yang bernama gigi. Gigi sangat berperan penting dalam proses memasukkan makanan ke dalam tubuh. Tanpa adanya gigi manusia akan kesulitan memakan makanan yang sifatnya keras. Sama seperti organ tubuh lainnya gigi juga rentan terhadap penyakit apalagi sangat sering digunakan. Salah satu penyakit yang muncul pada gigi yaitu microdontia. apa itu microdontia? apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Akan dijelaskan lebih lanjut.
Di lansir dari laman halosehat.com microdontia merupakan jenis penyakit gigi yang mana keadaan gigi tumbuh dnegan ukuran lebih kecil dari ukuran dengan ukuran rongga mulut normal. Microdontia sering menyerang orang dengan penyakit kretinisme.
Microdontia disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal seperti :

  1. Autoimun
Penyakit diabetes melitus, radang usus, rematik, lupus dan penyakit autoimun lainnya dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan gigi.

  1. Faktor genetik
Apabila ada riwayat dalam keluarga yang menderita penyakit ini kemungkinan besar memliki peluang akan terjadi juga pada keturunannya.

  1. Kemoterapi
Efek samping kemoterapi yaitu merusak pertumbuhan gigi pada pasien yang masih dalam tahap pertumbuhan. Gelombang elektromagnetik dan radiasi sangat bahaya untuk gigi yang masih dalam tahap pertumbuhan.

  1. Kelainan gigi sulung
Kelainan gigi sulung disebabkan oleh penyakit mulut yang telah diderita dalam waktu yang sangat lama contohnya seperti peradangan pada gusi, plak atau karang gigi, gangguang pada rongga mulut yang menyebabkan hilangnya kemampuan jaringan dalam mengolah benih agar gigi sulung dapat tumbuh dengan ukuran normal.

  1. Anemia fanconi
Merupakan sebuah penyakit kelainan darah yang mana kromosom mudah pecah dan merusak sumsum tulang belakang dan mengubah sel-sel baik menjadi tidak baik serta beresiko menjadi kanker. Salah satu yang akibatnya pada tubuh yaitu merusak gigi penderita penyait anemia fanconi.

  1. Infeksi
Keadaan mulut yang luka diakibatkan oleh makanan, gesekan benda pembersih mulut seperti sikat gigi,tusuk gigi, peralatan pembedahan akan menyebakan peradangan, gangguan pada perkembangan bakal benih yang akan tumbuh menjadi gigi.

  1. Gangguan kehamilan
Microdontia juga dapat muncul jika terjadi gangguan pada tahap kehamilan yaitu tahap bud. Kondisi embrio yang baru berumur delapan minggu dengan kondisi tubuh ibu mengalami obstruksi lamina dentalis yang pada akhirnya menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan gigi pada bayi setelah dilahirkan.

  1. Kurang kalsium dan vitamin D
Kalsium dan vitamin D mempunyai peran besar dalam pembentukan gigi anak. Apabila tidak cukup asupan kedua zat ini akan menyebabkan gigi sulung terserang penyakit mircodontia.
Dari penyebab mircodontia yang telah disebutkan lalu bagaimana cara mengatasi mircrodontia tersebut? Menurut hello.com ada berberapa cara yang dapat dilakukan yaitu :

1.      Pasang gigi kawat
Kawat gigi berguna untuk merapikan gigi kamu yang berantakan. Kawat gigi akan menggeser letak gigi yang awalnya berantakan menjadi lebih rapi. Ini akan memberikan ruang untuk gigi kamu yang kecil agar dapat tumbuh normal.
2.      Cabut gigi
Pencabutan gigi dimaksudkan untuk mengganti ukuran gigi yang kecil dengan ukuran normal.
3.      Membentuk ulang gigi
Gigi kamu yang berukuran lebih besar akan dikikis dan diperhalus untuk menyamai ukuran gigi yang kecil. Ini berlaku apabila hampir keseluruhan gigi berukuran kecil dan hanya beberapa yang berukuran besar.
4.      Menambah asupan kalsium dan vitamin D
Selain prosedur dari luar dibutuhkan asupan dari dalam untuk mengatasi microdontis. Kalsium dan vitamin D akan membentuk gigi menjadi ukuran normal dan membuat gigi lebih sehat serta kuat.